Kamis, 14 Maret 2019

This is too late

Cuma mau sharing. Semoga bermanfaat
Pada dasarnya, aku juga manusia. Aku punya tujuan seperti yg lain. Dari dulu aku selalu merasa dicintai. Dicintai oleh orang orang dekatku. Blum mengenal apa itu cinta lain. Dlu aku selalu dibantu, semua orang sngat bermanfaat bagiku. Tapi aku? Aku tidak bsa apa2. Aku ingin jdi yg bermanfaat. Tpi aku tdk bisa. Aku ptuskan untuk mengejar cita2 ku. Setidaknya, jika aku tidak bsa berguna. Aku tidak menyakiti, dan aku ingin membuat senang dan bangga pada smua org dskitarku. Aku jg ingin melihat seseorang itu bangga karena aku. Karena aku bisa membuktikan apa yg aku mau. Tpi sygnya. Tuhan berkehendak lain. Semakin hari semakin brnjak tumbuh dwasa aku smkin mrsakan hal aneh didalam diriku. Ada yg aneh. Itu kejanggalan sudah kualami sejak kecil. Kira kira 10 tahun yang lalu. Aku ingat. Aku ingat rasa sakit itu datang hanya sekali. Dua kali. Dan aku mengabaikan. Karna tidak terlalu berefek padaku. Namun, stiap tahun ada sja yg aku rasakan nyerinya. Wlaupun tidak sring. Tpi hari ke hari sakit itu semakin menyelekit. Membuatku sdar. Membuatku terdampar. Membuatku mati rasa. Bahkan membuatku hilang arah. Aku tau aku orang yang pesimis. Bukan brrti aku tkut akan hal itu. Tpi aku takut. Aku tak bsa menggapai apa yg aku mau, termasuk cita2 ku, krna trhlangi rasa sakit itu. Dan hal yang jga paling aku tkutkan. Aku akan membuat orang semakin kerepotan. Aku akan membuat org menjauh. Dan pada nyatanya memang benar iya. Begitu adanya. Sudah aku coba berkali kali caraku untuk menggapainya balik. Tapi ttap sja caraku selalu salah, dan mungkin tak ia sukai. Mungkin iya. Aku tidak boleh terlalu egois. Aku tdk boleh memanfaatkan keadaan hnya krna aku sakit. Aku tdk boleh sperti itu. Shrusnya begitu. Krna bagaimanapun juga jika aku dapat mengejarnya dan sudah kudapat. Ia akan bersedih ketika aku tidak bisa dijadikan org yg pantas, dan sangat sedih ketika aku berharap org itu tidak akan menyerah. Tetapi dia menyerah. Iya. Dia menyerah. Aku kembali sperti dlu. Aku kembali mrsakan smua yg tak mau aku rsakan. Dia pergi. Meninggalkan aku sndiri. Aku sngat menyesal. Aku sngat menyesal tidak memperdulikan diriku dimasalalu. Tidak menerapkan gaya hidupku yang sehat. Tidak seperti manusia biasa. Aku menyesal. Krna kesalahan ku diwaktu dulu bisa membuat satu persatu orang pergi. Dan enggan untuk kembali. Tapi nyatanya. Itulah nyata. Tak bisa ku pungkiri. Dan kini. Semngatku mulai memudar. Keinginanku untuk sembuh mulai mengecil, wlaupun aku trus menjalaninya. Tapi inilah hidup. Dan aku harus menerima kenyataan. Bahwa tak selalu dengannya kau harus bahagia, karena jika kau saja yg bahagia dan dia tidak. Gawat juga. 

Terimakasih mau membca. Aku hrap. Kamu bisa menyayangi diri kamu sendiri. Dan tidak akan sperti aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar